Proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Telaga Biru dengan jalan provinsi memasuki tahap akhir pengerjaan. Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 8 meter ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Agustus 2026 dan sudah bisa difungsikan pada awal September.
Jembatan ini dibangun dengan anggaran dari APBD Kabupaten Bangkalan senilai Rp 8,5 miliar dan mulai dikerjakan sejak November 2025. Kehadirannya akan memangkas jarak tempuh dari Desa Telaga Biru ke pusat kecamatan dari yang semula 12 kilometer melalui jalur memutar menjadi hanya 4 kilometer.
Kepala Desa Telaga Biru, Bapak Mulyadi, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. "Jembatan ini adalah mimpi warga kami sejak 20 tahun lalu. Selama ini, kalau musim hujan, sungainya meluap dan warga harus memutar sejauh 12 kilometer. Anak-anak sering terlambat sekolah, petani kesulitan mengangkut hasil panen," ceritanya.
Proyek ini menggunakan konstruksi beton bertulang dengan fondasi tiang pancang sedalam 15 meter, dirancang untuk tahan terhadap banjir musiman dan pergerakan tanah. Kontraktor pelaksana, PT Bangun Madura Sejahtera, mempekerjakan 40 orang tenaga kerja yang 70 persen di antaranya adalah warga lokal.
Salah satu warga, Pak Sutrisno, menceritakan bagaimana jembatan ini akan mengubah hidupnya. "Saya petani cabai dan tomat. Selama ini ongkos transportasi ke pasar bisa Rp 50.000 sekali jalan karena harus muter jauh. Dengan jembatan ini, paling Rp 15.000. Selisih itu lumayan untuk tambahan modal tanam," ujarnya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan menyatakan bahwa penyelesaian jembatan ini merupakan bagian dari program prioritas konektivitas antar desa di Kecamatan Tanjung Bumi. Tahun depan direncanakan pembangunan jembatan serupa di Desa Banyulegi dan Desa Larangan.

