Sentra batik khas Tanjung Bumi kini mendapat pesanan dari berbagai daerah di Indonesia setelah viral di media sosial berkat motif khas pesisir Madura yang unik dan berbeda dari batik Jawa pada umumnya. Kelompok usaha batik yang dipimpin oleh Ibu Siti Mariyam mencatat kenaikan omzet hingga 300% dalam tiga bulan terakhir.
Semua bermula dari sebuah video TikTok yang diunggah oleh salah satu pembeli dari Surabaya. Video berdurasi 60 detik yang memperlihatkan proses pembuatan batik tulis Tanjung Bumi dengan canting dan malam itu menarik lebih dari 2 juta penonton dalam waktu seminggu. Pesanan pun mulai mengalir dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Medan.
"Saya tidak menyangka responnya sebesar ini," ujar Ibu Siti Mariyam, ketua Kelompok Usaha Batik Tanjung Bumi, yang kini membawahi 50 perajin perempuan dari tiga desa. "Dulu kami produksi paling 20 lembar sebulan, itupun kadang tidak habis. Sekarang kami kewalahan melayani pesanan rata-rata 150 lembar per bulan," lanjutnya sambil menunjukkan tumpukan nota pesanan.
Motif andalan yang paling diminati adalah 'Karapan Sapi' — menggambarkan arena pacuan sapi khas Madura — dan 'Ombak Pesisir' — motif abstrak yang terinspirasi dari deburan ombak di pantai Tanjung Bumi. Kedua motif ini dikembangkan oleh para perajin dengan sentuhan warna-warna cerah yang jarang ditemui pada batik Jawa: merah menyala, oranye senja, dan biru laut.
Selain pesanan individu, kelompok ini juga mendapat kontrak kerja sama dengan tiga butik di Surabaya dan satu toko oleh-oleh di Bandara Juanda untuk memasok batik secara rutin. Mereka juga mulai menerima pesanan seragam kantor dan acara pernikahan.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangkalan turun tangan memberikan pendampingan berupa pelatihan manajemen produksi, standardisasi kualitas, dan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif-motif khas Tanjung Bumi. "Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Batik Tanjung Bumi punya potensi besar menjadi ikon ekonomi kreatif Bangkalan," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.
Ke depan, kelompok ini berencana mengembangkan produk turunan seperti kemeja, outer, syal, dan masker kain bermotif batik untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Mereka juga tengah menjajaki ekspor ke Malaysia dan Brunei melalui pameran dagang yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

