Sekolah Dasar Negeri Tanjung Bumi 1 berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Bangkalan atas keberhasilannya mengembangkan program lingkungan hidup dan pengelolaan sampah berbasis partisipasi siswa. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Bangkalan di Pendopo Kabupaten pada Kamis (6/7).
Program yang mengantarkan SDN Tanjung Bumi 1 meraih Adiwiyata meliputi bank sampah sekolah, kebun hidroponik, pengolahan kompos dari sisa makanan dan daun kering, serta program penghematan air dan listrik di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SDN Tanjung Bumi 1, Ibu Mutmainnah, S.Pd., menceritakan bahwa perjalanan menuju Adiwiyata dimulai tiga tahun lalu dengan langkah sederhana: memisahkan sampah organik dan anorganik di setiap kelas. "Awalnya kami hanya ingin membiasakan anak-anak tidak membuang sampah sembarangan. Tapi ternyata anak-anak sangat antusias, dan programnya berkembang terus," tuturnya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian tim penilai adalah program 'Siswa Duta Lingkungan' — setiap kelas memiliki dua orang perwakilan yang bertugas mengedukasi teman-temannya tentang pemilahan sampah, penghematan air, dan perawatan tanaman.
Saat ini SDN Tanjung Bumi 1 memiliki lebih dari 50 jenis tanaman di area sekolah, sistem pengomposan yang menghasilkan 30 kg pupuk per bulan, dan bank sampah yang telah menghasilkan tabungan pendidikan untuk 15 siswa prasejahtera.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menyatakan akan menjadikan SDN Tanjung Bumi 1 sebagai sekolah percontohan untuk program Adiwiyata di tingkat kecamatan. "Kami berharap sekolah-sekolah lain di Tanjung Bumi bisa belajar dari keberhasilan ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan.

